Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Demokrasi

Rindu Punokawan

Membaca koran pagi di perpustakaan pusat menjadi pilihan tepat untuk menghemat kantong diakhir bulan ini.  Membaca koran pagi ini rasanya membuat perut kaku tertawa, melihat dagelan para aktor politik. Dari Nazarudin yang bernyanyi tentang "Kampung Maling" yang membuat geram Marzuki Alie hingga kasus Dugaan Gratifikasi yang menyandung Pangeran Cikeas. Kian hari kian heboh saja Demokrasi politik Indonesia. Aku bukanlah orang yang fasih dalam menjelaskan tentang politik, walaupun dalam study yang sedang kutempuh sekarang sedikit banyak belajar politik dan hukum. Guru politikku selalu mengatakan "Tak ada hitam dan putih dalam politik dulu kawan sekarang bisa jadi lawan, itulah politik!". Ah benarkah? pertanyaan inilah yang sedang ku coba pecahkan.  ah memikirkan ini menjadikanku semakin pusing saja seperti perkataan dosenku minggu lalu "Makin nyut-nyutan kepala kalo dibawa mikir politik Indonesia yang gaduh tapi ga produktif.." (@Halili Hasan) akhhi...

Demokrasi itu???

Hemmmm... hingga malam begini hatiku masih saja kalut. Entah apa yang ada diotakku kini, tapi yang jelas aku semakin kalut dengan apa yang ku ketahui. Hingga-hingga sahabatku berkata  "kayaknya lama-lama kamu gila deh ?" uajrnya saat kita ngobrol disalah satu sudut kampus. Jleb-jleb ... tertohok, itulah yang kurasakan saat itu. Benar juga, mungkin aku semakin gila. Semakin mengerti dan belajar semakin membuat pikiranku tak menentu, hatiku gelisah saban hari, jantungku berdebar tak menentu. mungkin benar kata ibuku " Menjadi petani didesa lebih nyaman mbak, dari pada kamu sekolah "  Esok, senin 18 Juni aku harus mengikuti UAS Hukum Islam dan Politik Lokal. "Wuahhh... materinya berat kiy" ujarku dalam hati. Walau aku orang islam tapi untuk mempelajari hukum islam sangatlah susah. Mungkin karena saya bodoh kali yak?? tapi yang jelas Islam sangatlah kompleks hampir segi-segi kehidupan terjamah dengan rapi dan indah. Untuk mata kuliah yang kedua i...

Partai Politik Lokal sebagai Local Responsive

Di dalam literatur, desentralisasi atau otonomi daerah, baik yang menekankan pada desentralisasi administrasi maupun politik, disebutkan pentingnya lembaga di daerah dalam pelaksanaan desentralisasi dan otonomi daerah. Yang membedakan adalah jika desentralisasi administratif lebih memperbincangkan kesiapan lembaga lokal dalam memberikan pelayanan kepada publik di daerah, sedangkan desentralisasi politik lebih memberikan perhatian bagaimana lembaga lokal mampu membangun proses politik yang lebih baik. Agar lembaga di tingkat lokal mampu melaksanakan desentralisasi, maka dilakukan perubahan kelembagaan yang substansial dalam struktur organisasi dan fungsinya. Seperti di Belanda pada 1980-an, perubahan di dalam pemerintahan lokal lebih banyak dipengaruhi gagasan Manajemen Publik Baru (the New Public Management) dipopulerkan negara Anglo Saxon. Sementara, di Jerman dipengaruhi gagasan renewal of politics from below yang menekankan pentingnya pelembagaan partisipasi publik dan bentuk pe...

Internet dan Gerakan Sosial

Internet ( interconnected-networking ) ialah sistem global dari seluruh jaringan komputer yang saling terhubung menggunakan standar Internet Protocol Suite (TCP/IP) untuk melayani pengguna di seluruh dunia , s ehingga pengguna dapat mengakses informasi di berbagai belahan dunia. Dengan kemudahan akses informasi dan komunikasi yang efektif dan efisien, internet menjadi perantara terbentuknya struktur masyarakat emansipatif dan bebas dari dominasi. Karena Internet tidak terbatasi waktu, tempat, ekonomi , tingkat pendidikan bahkan umur .  Jika  Habermas mengangkat prototype obrolan di coffe house (Inggris) abad 18, salon (Prancis) dan tichgesllschaften (Jerman) sebagai ruang publik (Gun Gun Haryanto, Seputar Indonesia, Sabtu 7 November 2009) , maka sekarang ini internet dapat kita katakan sebagai ruang publi k populer abad 21 .