Copyright © Yekti Ambarwati
Design by Dzignine
Minggu, 05 Agustus 2012

Lihatlah dengan dua Bola Mata

Hari ini, tepat 5 Agustus 2012 saat transkrip hasil wawancara seharian di kampus tiba-tiba muncul sebuah ide untuk membuka tutup penaku lagi. Sekarang tepat pukul 22.48 ku ketik beberapa kata setelah melihat seorang kawan mengenakan kaos bergambar mantan orang nomor satu di Indonesia yaitu “Soekarno”. Siapa orang yang tak tahu namanya?? Hanya orang gila dan anak-anak kecil yang belum sekolah.
Hampir semua orang di negeri ini kini memuji sosok beliau. Berbeda sekali ketika zaman orde baru (Orba), karena ketika itu Soekarno dianggap penjahat, dengan gerakan komunisnya. Dan kini hal itu berbalik arah kepada Soeharto. Soeharto yang dulu menghujat habis-habisan Soeharto, sekarang berbalik arah kepadanya. Soehartolah yang kini banyak di hujat, karena kesalahanya yaitu Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) dan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM).
Meski dalam namanya tersematkan gelar “Bapak Pembangunan”, ternyata di akhir ceritanya dia menjadi penjahat Negara yang kejam dan tak pantas dipuji lagi. “Gara-gara nila setitik rusaklah susu sebelanga” inilah yang terjadi padanya. Masyarakat nampaknya lupa terhadap jasa-jasa yang ia berikan kepada Negara ini.
Dan pada akhirnya didunia ini serba bolak-balik. Orang yang dulu dipuji bisa jadi esok akan dihujat habis-habisan. Karena ini berawal dari pemikiran. Pemikiran akan berkembang dari detik kedetik tanpa henti dan akan berhenti disaat dunia ini berhenti. Jika anda bertanya lantas siapa yang benar?? Aku pun ta tahu dengan jelas, karena bagiku kebenaran hanya milik Allah, karena Dialah yang Maha benar.
Mengklaim diri menjadi orang paling benar tak layak, karena aku bukan tuhan dan akupun tak ingin mencari musuh. Jalanlah dengan jalanmu dan biarkan aku berjalan dengan jalanku, dan ingatkanlah aku jika jalanku terlalu menyimpang jauh dari tali agama Allah. Karena tugas kita sebelum jadi apapun adalah Da’I, yang mengajarkan kebaikan.

NB: Hemmm…. Maaf bapak soeharto udah membicarakanmu di sini.
Mohon berikan pencerahan jika tulisan ini terlalu melenceng, cause just my short opinion dan tulisan ini tidak memiliki tendensi untuk mengajak membela sikap Soeharto hanya saja cobalah melihat dengan objektif. Jika dalam kepemimpinannya ada yang positif dan adapula yang negative.

Tulisan ra’ mutu of the day
-Labirin otak, yang tak tahu ujungngnya-