Copyright © Yekti Ambarwati
Design by Dzignine
Senin, 02 April 2012

Gotong Royong adalah Kuncinya!!!


Pramodeya Ananta Toer yang kerap dipanggil “Pram” merupakan satrawan dan budayawan yang anti penindsan dan anti kolonialisme yang dimiliki bangsa Indonesia. Maka tak heran karya-karyanya kerap dibakar dan dilarang. Karena karya-karyanya itulah hampir separuh hidup Pram habis dalam penjara. Tiga  Tahun dalam penjara Kolonial, satu Tahun di Orde Lama, dan 14 tahun pada Orede Baru. Layaknya orang-orang besar dalam sejarah, penjara tak membuatnya berhenti sejengkalpun menulis. Baginya, menulis adalah tugas pribadi dan nasional.
Dari tangan dinginnya, Pram melahirkan lebih dari 50 karya yang diterjemahkan ke dalam 42 bahasa. . Karena kiprahnya di glanggang sastra dan kebudayaan Pramoedya Ananta Toer kerap dianugrahi pelbagai penghargaan Internasional.
Salah satu contoh karya Pramodeya Ananta Toer yang anti penindasan adalah novel Sekali Pristiwa Di Banten Selatan. Sekali Pristiwa Di Banten Selatan merupakan hasil reportase singkat Pram di wilayah Banten Selatan yang subur tapi rentan dengan penjarahan dan pembunuhan. Tanah yang subur tapi masyarakatnya miskin-miskin, kerdil, tidak berdaya. Mereka dipakas hidup dalam tindihan rasa takut yang memiskinkan penindas yang dimaksud adalah Darul Islam (DI): ……” Zaman Jepang apa?Romusha sampai kurus kering, sampai mampus. Zaman NICA apa? Lagi-lagi dauber-uber kena Rodi, ditembaki saben hari. Sekarang apa? Diuber-uber DI.”
Dalam novel ini melalui tokoh ranta, sang lurah, Pram menitiskan sebintik rasa kuat untuk meneguhkan rasa percaya diri. Sebuah keteguhan untuk melawan penindasan, kemiskinan dan keterpurukan melalui rasa solidaritas antar warga. Rasa solidaritas yang terusmenerus yang dibarengi dengan penindasan inilah memunculkan suatu sikap bersama yaitu gotong royong.
Dengan kerjasama dan gotong royong inilah akhirnya para penindas dan kemiskinan dapat diatasi. Dalam novel ini secara tidak langsung Pramodeya Ananta Noer memberikan pelajaran mengenai gerakan sosial atau bisa disebut dengan “Realisme Sosialis”

#Sekali Peristiwa di Banten Selatan#
# Pramodeya Ananta Toer#
# Lentera Dipantara#
#126+III halaman#



0 komentar:

Posting Komentar