Copyright © Yekti Ambarwati
Design by Dzignine
Jumat, 23 Maret 2012

Tak ada yang Abadi


Hidup, jika ada hitam maka ada putih. Ada senang ada susah. Apabila siang datang maka petangpun menghilang. Si kaya ada karena ada si miskin. Begitupula dengan kecantikan/ketampanan ada karena ada kejelekan. Ada perjumpaan ada pula perpisahan.

Memegang Cahaya, yang nyata tapi tak terasa..Seperti kehidupan
Kadang hati ini bertanya-tanya mengapa harus demikian, mengapa jika putih menyenangkan harus ada hitam?? Mengapa jika perjumpaan yang diharapkan harus ada perpisahan??. Dan kini ku mengerti mengapa demikian itu menggambarkan bahwasanya didunia tidak ada yang abadi, dan itu menggambarkannya kita harus ingat kepada Sang Khaliq, Sang Maha Kekal. Dan akhirnya itulah yang disebut “Sunnatullah”
Hidup, adalah mencari kebahagian. Dan sejatinya, kebahagian abadi adalah Sang Penggenggam jiwa-jiwa kehidupan.

_Ruang dialektika_
Djogja, 23 Maret 2012

0 komentar:

Posting Komentar