Copyright © Yekti Ambarwati
Design by Dzignine
Rabu, 15 Februari 2012

Sepi


Titikan hujan membahasi bumi, berakibat semerbak bau tanah. Ketika itu aku pulang dari sebuah acara di Taman Kihadjar salah satu taman yang asyik buat ngumpul dan berdiskusi di sudut kampus. Karena lebatnya hujan, apalagi waktu sudah menunjukan sholat asar. Akhirnya kuputuskan untuk berteduh di sebuah Masjid kampus. Masjid Mujahidin, yang berada di sebelah barat Fakultasku.
Ku bergegas untuk membasuh muka, tangan, kepala, hingga sela-sela jari kakiku sebelum ku menghadap kepada Sang Khaliq, Sang Penggenggam Jiwa-jiwa manusia. Usai ku bersujud, menyelesaikan tugasku sebagai hamba, ku duduk di samping sekat-sekat beton di lantai 2. Menikmati hujan. Tiba-tiba pikirankupun terhangrayut pada teman-teman seperjuanganku di kampus. Teman-teman yang luarbiasa.
Hati ini pun bergejolak luar biasa, hingga bulir-bulir tetesan airpun terjun melayang menuju pangkuan.
Ketika teman-teman tetap berjuang, aku palah memilih pergi meninggalkan mereka. Namun itu bukan keinginan hati kecilku, aku masih ingin bersendaugurau di sela-sela perjuangan, bercanda disaat berdiskusi.
                                                            ***
 “Aku masih debelakang kalian kawan,. Aku tidak lari dari kalian hanya saja mencari tempat yang belum kalian pikirkan.” Teriak hati kecil ini
Taukah kalian aku disini sendirian, tidak ada lagi orang yang mengingatkanku ketika kusalah, tak ada yang mengajakku sholat berjama’ah ketika adzan telah berkumandang, dan tidak ada lagi uluran hangat nan lembut mengajak untuk belajar mengaji bersama.
Hatipun hanya bis bergejolak, dan menerima bebann yang kuambil sekarang,. Berjuang sendiri, ditempat yang asing. 

Ruang Sepi, 14 Januari 2012

0 komentar:

Posting Komentar